
suatu hari ada yang mempertanyakan apa itu Egois?.. dan dilanjutkan Segitiga Cinta.
bang, seandainya ni. saya punya temen akrab banget, mungkin itu temen terdekatku. bersamaan dengan itu, saya tau kalau temen saya seneng dengan seseorang dan dia sering curhat dengan saya tentang perasaan dia. setelah lama diperhatikan ternyata pilihan kita sama, maksud saya, saya juga seneng dengan orang tersebut dan setelah saya cermati sinyal dari some one tersebut ke saya. singkat cerita some one itu sering ngajak ngorol dan jalan sampai akhirnya dia menyatakan perasaannya pada ku… bang, seandainya ni hal itu benar terjadi gemana menurut abang, kalau di terima teman kecewa dan bisa dipastikan ni temen kecewa berat.. dan mungkin saya bisa dikatakan egois.. ya ga?..
sekali lagi saya harus membahas kata egois dan kedewasaan.
coba kita cermati permasaalahan ini, dan bayangkan kalau terjadi pada diri anda.
siapasih yang egois??
saya hanya bisa menjawab; kalau kamu menjawab tidak (menolak), dan merasa kuat memendam perasaan itu aritinya kamu orang yang paling egois.
tanya kenapa?
pada posisi itu kamu merugikan perasaan dua orang atau bahkan tiga orang sekaligus yang pertama diri kamu sendiri, yang kedua orang yang suka dan sayang sama kamu dimana dia berharap hanya dengan mu dia bisa berbagi dan menjalani hidup, yang ketiga pada temanmu yang pada dasarnya dia ingin membahagiakan itu some one karna kamu tolak jadi ga kesampaian.
dan jangan sampai kamu memaksakan utuk some one tersebut mengenali lebih jauh teman kamu tersebut (makcomblank).
kalau kamu membohongi perasaan kamu dan memaksakan some one untuk dekat” pada temen kamu, coba pikir apa yang terjadi. secara sadar kita dapat berfikir, yang pertama belum tentu teman kamu bahagia dengan orang yang terpaksa atau tidak ihklas dalam mencintai, kedua belum tentu si some one bisa senang dan saling berbagi dengan orang yang bukan benar-benar di cintai, ketiga kamu sendiri pasti sedih dan merasa teman kamu kurang berhak mendapatkan some one. ingat tiga orang yang kamu rugikan, bukan mengutamakan teman malah merugikan dan termasuk merugikan pada orang yang kamu sayangi. al hasil kamu di fonis orang ter egois, apa lagi kalau kamu merasa kuat memendam perasaan, egois karena merasa kuat rasa’” pada some one tersebut dan belum tentu si some wan kuat memenahan rasa sakit akibat kamu tolak, bisa jadi dia jalan dengan yang lain mungkin pada temanmu akibat takkuat menahan sakit dan upaya menahan atau melupakan sejarah yang pasti tidak bisa dilupakan.
saran saya, terima. demi kebaikan bersama, toh teman kamu pati kedepan mengerti arti mencintai, saling berbagi bahkan apa itu kedewasan. jangan berfikir pendek, berfikir kalau teman akan kecewa dengan kamu. sementara hal itu malah mengorbankan teman kamu sendiri.