Teori Komunikasi dan Diskusi


Teknik dan Seni Berdiskusi

Oleh : Abdus Salam

Definisi

Definisi

Macam-Macam Diskusi

1)    Diskusi Kelompok,

Yaitu diskusi yang terdiri atas beberapa kelompok orang, dan masing-masing kelompok mempunyai seorang ketua dan notulis. Tidak ada pendengar.

2)    Diskusi Panel,

Ialah diskusi yang terdiri atas seorang pemimpin, sejumlah peserta, dan beberapa pendengar. Dalam jenis diskusi ini tempat duduk diatur sedemikian rupa sehingga pendengar dapat mengikuti jalannya diskusi dengan seksama. Setelah berlangsung tanya jawab antara pemimpin dan peserta, peserta dan pendengar, pemimpin merangkum hasil tanya-jawab atau pembicaraan, kemudian mengajak pendengar ikut mendiskusikan masalah tersebut sekitar separuh dari waktu yang tersedia

3)    Seminar

Adalah pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa dalam rangka melaporkan hasil penelitiannya, dan umumnya di bawah bimbingan seorang dosen atau ahli. Tujuan diskusi jenis ini tidak untuk memutuskan sesuatu. Seminar dapat bersifat tertutup atau terbuka. Yang terakhir dapat dihadiri oleh umum, tetapi mereka tidak ikut berdiskusi, melainkan hanya bertindak sebagai peninjau. Untuk menyelenggarakan seminar harus dibentuk sebuah panitia. Pembicara yang ditentukan sebelumnya, umumnya menguraikan gagasan atau topiknya dalam bentuk kertas kerja.

4)    Simposium

Ialah pertemuan ilmiah untuk mengetengahkan atau membandingkan berbagai pendapat atau sikap mengenai suatu masalah yang diajukan oleh sebuah panitia. Uraian pendapat dalam simposium ini diajukan lewat kertas kerja yang dinamakan prasaran. Dan beberapa prasaran yang disampaikan dalam simposioum harus berhubungan. Orang yang mengajukan prasaran, yang dinamakan pemrasaran, berkewajiban

(1) Membuat makalah atau prasaran,

(2) Menepati waktu yang diberikan,

(3) Menjawab setiap pertanyaan dengan singkat dan tepat.

Persiapan-persiapan yang perlu untuk menyelenggarakan simposium, yaitu:

(1) Memilih dan merumuskan masalah,

(2) Menetapkan tujuan,

(3) Menempatkan pembicara berdasarkan sumbangannya dalam mencapai tujuan,

(4) Menetapkan pemimpin,

(5) Menjelaskan kepada pemimpin dan pembicara tentang tujuan      simposium, waktu yang tersedia, dan tata cara yang berlaku.

5)    Konferensi

Adalah pertemuan yang diselenggarakan oleh suatu organisasi atau badan resmi sehubungan dengan masalah tertentu. Jika konferensi hanya bertujuan menyampaikan hasil keputusan suatu organisasi atau badan pemerintah mengenai suatu masalah maka hal tersebut dinamakan dengar pendapat atau jumpa pers.

6)    lokakarya

pertemuan yang membahas suatu karya untuk digunakan/direalisasikan kedepan.

7)    muktamar

pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

Pembahasan

Setelah kita mengenal beberapa macam diskusi, mari kita memikirkan kenapa dan proses apasih sebenarnya yang terjadi pada diskusi. Secara kodrat manusia sebagai mahlik sosiaal pasti memiliki kekurangan, dalam hal ini kekurangan yang kita bahas ada kekurangan pada pengetahuan. Untuk menutupi kekurangan tersebut manusia saling berhubungan dengan alam sekitarnya, termasuk manusia lainnya. Hubungan antar manusia tidak hanya hubungan secara fisik saja tapi juga hubungan ide diantara mereka, hubungan ide antara satu manusia dengan manusia lain disebut sebagai komunikasi.

Dalam proses komunikasi, seseorang mengirimkan pesan kepada penerima pesan dengan harapan adanya reaksi terhadap pesan tersebut. Jadi komunikasi akan terjadi jika terdapat tiga hal yaitu pengirim pesan, pesan itu sendiri dan terakhir penerima pesan.

Pesan merupakan ide / pikiran manusia yang didapat melalui berbagai cara. Ada secara inderawi, ada secara akli, intuisi dan lain sebagainya. Ide yang ada merupakan cerminan dari realitas yang ada, dengan mengaptraksi realitas yang ada manusia menemukan konsepsi-konsepsi tentang realitas tersebut. Cara manusia dalam mengaptraksikan suatu realitas ialah dengan membahasakannya, dimana bahasa bahasa yang dimaksud terdiri dari beberapa simbol yang menggambarkan ralitas tersebut.

Dalam komunikasi, simbol-simbol tersebut bersifat material agar bisa diindera oleh penerima pesan sehingga bisa ditanggapi olehnya. Simbol yang merupakan alat komunikasi tersebut merupakan kesepakatan masyarakat, sehingga ia bisa digunakan bersama-sama dan komunikasi dapat mencapai tujuannya. Jika simbol yang digunakan oleh berbeda antara pengirim peesan dan penerima pesan maka komunikasi akan gagal, ide yang ingin disampaikan oleh pengirim pesan tidak dimengerti oleh penerima pesan.

Begitu juga dengan pemaknaan terhadap simbol yang sama, ia harus disepekati bersama oleh pengirim dan penerima pesan. Jika makna suatu simbol tidak sama antara yang dimaksud oleh pengirim pesan dan yang dimengerti oleh penerima pesan, maka komunikasi akan gagal. Contoh: moh bahsa jawa dengan moh bahasa melayu, dalam bahasa jawa moh di artikan tidak mau, sedangkan dalam bahasa melayu moh di artikan mari melakukan. Bisa kita bayangkan jika orang jawa dan melayu sendang berbincang, pada akhir pebincangan salah satu diantara mereka mengajak melakukan sesuatu, makan misalnya. Yang diajak mengatakan moh, seandainya mereka belum mengerti apa yang dimaksud rekannya: orang jawa berfikir katanya gak mau tapi kok ikut. Sebaliknya seandainya yang diajak makan orang jawa: katanya mau tapi kok ga ikut.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam komunikasi harus ada kesamaan bahasa yang di pakai dan atau dimengerti bersama. Selain itu, bahasa juga harus menunjuk pada realitas yang sama. Jika ada komunikasi menggunakan kata “kucing” dengan makna yang sama tetapi realitas yang ditunjuk berbeda, maka komunikasipun akan gagal. Jadi dalam suatu komunikasi dapat disimpulkan harus ada kesesuaian antara bahasa, pikiran dengan realitas yang dimaksudkan.

Kita lanjutkan pembicaraan kita pada diskusi, sebagaimana dijelaskan pada poin definisi diskusi merupakan proses komunikasi dua arah dua orang atau lebih guna mendapat pengetahuan baru. Pengetahuan seseorang yang didapatkannya di luar diskusi disampaikan kepada peserta diskusi lain sehingga peserta diskusi akan mendapatkan pengetahuan baru. Namun pengetahuan baru tersebut tidak dapat langsung dibenarkan. Ia harus diuji terlebih dahulu baik dari segi bentuk maupun dari segi isi. Sehingga pengetahuan yang disampaikan dapat dipastikan kebenarannya.

Setiap manusia dianugrahi/diberi alat yang sama untuk befikir, sehingga untuk menguji kebenaran suatu yang sedang didiskusikan tentulah manusia bisa melakukannya dengan hal yang sama pula. Mungkin sebagian orang belum mengerti kesamaan apa yang terdapat pada manusia ketika berfikir, dengan itu ada baiknya jika kita kupas bersama kesamaan yang terdapat pada kita dalam membuktikan kebenaran berfikir.

Poin pertama yang perlu kitapahami bahwa kebenaran suatu pikiran haruslah memenuhi dua syarat yaitu syarat bentuk dan syarat isi. Syarat bentuk berkaitan kesesuaian susunan-susunan pikiran dengan kaidah berpikir manusia. Sedangkan syarat isi berkaitan dengan kesesuaian dengan realitas (kenyataan). Kebenaran bentuk diuji secara deduktif sedangkan kebenaran isi diuji dengan metode induktif.

Poin kedua, bahwasannya pada diri setiap manusia memiliki kesamaan kaedah berfikir, dimana Kaidah berpikir manusia secara garis besar dibagi menjadi tiga yang dikenal dengan Prima Principia. Ketiga hal tersebut adalah:

1.  Prinsip identitas

Prinsip ini menyatakan bahwa sesuatu adalah sesuatu itu sendiri; A adalah A.

2.  Prinsip non-kontradiksi

Prinsip ini menyatakan bahwa sesuatu bukan selain sesuatu itu:; A bukan selain A; A tidak sama dengan selain A.

3.  Prinsip Menolak kemungkinan ketiga.

Prinsip ini menyatakan bahwa pikiran manusia hanya bisa menunjuk sesuatu atau selainnya saja. Sesuatu atau selainnya saja; A atau selain A.

Kaidah-kaidah berpikir manusia diatas merupakan bentuk konsistensi pikiran terhadap pikiran sebelumnya. Sedangkan kebenaran isi merupakan bentuk konsistensi pikiran terhadap kenyataan yang dimaksud oleh pikiran tersebut.

Denagan menggunakan kaedah berfikir yang ada kita dapat menemukan suatu ciri kebenaran, kebenaran hendaklah memiliki kriteria yang harus disepakati. Dimana kriteria tersebut adalah  adalah;

  1. Kebenaran bersifat universal

Kebenaran suatu pemikiran harus bernilai universal, artinya berlaku untuk kapanpun dan dimanapun. Jika tidak demikian maka peserta diskusi yang tempat dan waktu mendapatkan pengetahuan baru tersebut berbeda tidak dapat menerima kebenaran tersebut.

  1. Kebenaran bersifat mutlak

Tanpa pandangan tersebut, maka diskusi akan sis-sia. Apapun pengetahuan baru yang ada dalam sebuah diskusi tidak dapat diterima sebagai kebenaran. Sehingga semua perkataan yang dikemukakan dalam sebuah diskusi tidak berbeda dengan kebohongan, ketidakwarasan dan omong kosong.

  1. Kebenaran bersifat manusiawi

Artinya bahwa pengetahuan yang disampaikan secara alamiah dapat diterima atau dimengerti oleh manusia. Tak perlu ada rekayasa seperti melalui bujukan, paksaan atau paksaan. Jika ada rekayasa seperti itu maka perlu dipertanyakan kebenarannya. Kebenaran akan diterima jika hal itu memang sebuah kebenaran, diakui secara lisan atau tidak.

  1. Kebenaran bersifat argumentatif

Dalam sebuah diskusi, pembuktian terhadap kebenaran sebuah pendapat atau pengetahuan baru harus dimiliki. Argumentasi digunakan untuk menjelaskan proses mendapatkan pengetahuan baru tersebut sehingga orang lain dapat menilai kebenarannya dari proses tersebut.

Argumentasi adalah proses bergeraknya suatu pengetahuan yang menjadi patokan menuju pengetahuan baru (kesimpulan). Dalam menilai kebenaran dan keabsahan argumentasi, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah kebenaran dari isi pengetahuan yang menjadi pijakan. Kedua adalah keabsahan penyusunan pengetahuan-pengetahuan pijakan menjadi suatu kesimpulan (proses pengambilan kesimpulan).

  1. Kebenaran bersifat ilmiah

Ini dimaksudkan agar kebenaran suatu pengetahuan dapat dibuktikan oleh orang lain bahwa pengetahuan tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada. Kebenaran yang tidak dapat dibuktikan oleh orang lain tidak dapat didiskusikan. Artinya bahwa kebenaran tersebut tidak dapat dihukumi untuk orang lain.

Mari kita perhatikan jenis-jenis diskusi di atas, jenis-jenis diskusi diatas di kelompokkan berdasarkan peserta dan tujuan teknis diselenggarakan diskusi.  Hal yang mendasar untuk dipelajari ialah bagaimana kita bisa memastikan proses diskusi berjalan dengan baik, untuk berjalannya proses diskusi degan baik maka ada syrat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah;

1.  Adanya perbedaan

Karena tujuan diskusi adalah untuk mendapatkan pengetahuan baru maka harus ada perbedaan pengetahuan antara satu dengan yang lainnya tentang sesuatu yang didiskusikan.

2.  Adanya kesamaan

Hubungan dalam hal ini adalah hubungan pikiran satu orang dengan orang lain hanya akan terjadi jika ada kesamaan. Kesamaan ini bisa berupa kesamaan prinsip berpikir, kesamaan bahasa yang dipahami, masalah yang dibicarakan maupun kesamaan tujuan. Jika seseorang berdiskusi namun tujuannya bukan untuk mendapatkan pengetahuan baru yang benar, misalnya untuk memaksakan pendapatnya, maka diskusi tidak akan berjalan dengan baik.

Mempertegas kembali bahwa tujuan diskusi adalah untuk medapat pengetahuan baru, tentunya pengetahuan yang jelas kebenarannya. Dengan demikian jika pada diskusi terdapat orang memaksakan pendapat, maka yang terjadi bukanlah diskusi melainkan debat. Hal tersebut terjadi karna orang yang memaksakan pendapat tidak memahami tujuan diskusi, bahwa diskusi harus memiliki tujuan yakni medapatkan pengetahuan baru yang benar.

Setiap tindakan manusia pastilah berkonsekwensi, begitu pula diskusi. Setiap orang yang berdiskusi haruslah dapat menerima konsekwensi tersebut, dimana konsekwensi tersebut dapat kita rumuskan sebagai berikut:

A + B = A Yang disampaikan A lebih benar sehingga B harus menerima pendapat A
A + B = B Yang disampaikan B lebih benar sehingga A harus menerima pendapat B
A + B = C

Kedua pendapat saling melengkapi, sehingga ditemukan jawaban tentang yang didiskusikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: