Tujuan Hakiki Pada Setiap Mahkluk Hidup


Oleh : Abdus Salam

Setiap individu selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan, setiap saat individu pasti memiliki keinginan yang berbeda dengan waktu yang lain. Selain dari itu pada setiap individu juga memiliki suatu keinginan besar yang idealnya bisa terwujud pada puncak kejayaannya. Namun apakah puncak kejayaan yang kita cita-citakan saat ini ketika sudah tercapai kita akan berhenti disana, kenyataannya tidak karna yang namanya manusia merupakan mahkluk materi dimana pada dirinya selalu pada posisi kurang dan selalu akan berharap lebih. Perlu kita sadari bahwa dibalik kesibukan aktifitas manusia, di mana ada sebagian orang sering mengabaikan waktu istirahatnya demi suatu tujuan yang ditargetkan. Kondisi social memperlihatkan bahwa dunia ini selalu hiruk-pikuk dengan seruan untuk diam, dimana setiap orang menyeru dengan harapan dirinya dapat mempengaruhi oranglain untuk diam. Al hasil semakin kuat seruan seseorang maka semakin kuat pula seruan orang yang diserunya, hal ini menjelaskan bahwasannya manusia mempunyai satu tujuan yang mana tujuan tersebut hanyalah untuk kepentingannya masing-masing. Sadarkah kita bahwa pada hakikatnya pada setiap gerakan manusia ada satu hal yang dicari, dimana ketika hal tersebut didapatkan maka seolah-olah segalanya telah sempurna dan dapat dikatakan ‘bagaikan telah mendapatkan seluruh isi dunia’. Namun ketika hal tersebut belum mampu dicapai maka apapunyag kita miliki sekarang serasa tidak memiliki apa-apa.

Pada dasarnya semua yang kita lakukan hanyalah untuk mencari sebuah kebahagiaan yang hakiki, dengan rasa bahagia tersebut kita bisa merasa segalanya ada pada diri kita meskipun secara materinya tidak. Coba perhatikan pada setip langkah yang kita lakukan, seorang mahasiswa menjalani masa akademis misalnya pertama yang diharapkan pasti nilai yang baik, cepat menyelesaikan studi, dapat pekerjaan yang layak dengan ijazah yang dimiliki. Apakah tercapainya hal itu yang dikatakan tujuan hidup, coba perhatikan lebih jeli pada perjalanan menuju hal itu. Untuk mencapai tujuan butuh proses dan pada proses pasti terdapat permasaalahan yang mengganggu tercapainya tujuan sesuai rencana namun bukan berarti tujuan tidak tercapai. Dari sini dapat disimpulkan, kalau lah kita menilai tujuan hidup secara materi maka tidakakan pernah sempurna kehidupan kita, ketahuilah bahwa setiap permasaalahan yang timbul bukanlah sebuah bencana malainkan anugrah demi kebaikan kita karna dengan kita menemukan sebuah permasaalahan maka kita tau apa saja kekurangan yang ada pada diri kita dan dengan mengetahui kekurangan tersebut lah kita bisa menyusun langkah-langkah untuk memperbaikinya.

Dari penjelasan di atas dapat kita nilai bahwasannya hakikatnya tujuan hidup manusia adalah mencari sebuah kebahagiaan. Angaplah seorang mahasiswa tadi dapat menyelesaikan setudinya tepat waktu sesuai rencananya dengan prestasi terbaik, banyak penghargaan yang didapatkan pada masa setudinya coba bandingkan mana yang lebih penting bagi dirinya ijazah dan penghargaan atau rasa bahagia yang ia dapatkan. Apakah dengan ijazah dan penghargaan dapat menyelaesaikan permasaalah hidup, tentu tidak karna belum pasti dengan itu ia bisa mendapatkan pekerjaan yang layak atau diterima pada perguruan tinggi yang akan dituju kalau ingin melanjutkan setudi lagi.

Sikap menghargai diri sendiri lebih utama utuk bisa menghadapi kenyataan hidup, dengan itu kita bisa bersyukur dengan apa yang ada pada kita dan dengan rasa syukur dan terimakasih yang ada pada diri kita lah kita bis mengoptimalkan apa yang ada pada diri kita untuk mencapai suatu yang baru untuk membuat hidup lebih hidup. Dengan sadar atas kemampuan dan fasilitas yang ada kita bisa menganalisis dengan cermat bagaimana langkah kita kedepan untuk meraih suatu harapan yang tentunya demi tercapainya suatu kebahagiaan yang hakiki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: